Int.

JAKARTA, kaltaraupdate.co – Membagikan informasi di internet perlu berhati-hati, apalagi di saat kondisi dunia seperti sekarang ini. Informasi yang salah dapat menyebabkan kebingungan bahkan menimbulkan rasa takut serta panik di tengah-tengah masyarakat. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk membantu mengurangi penyebaran informasi yang salah. Caranya, dengan memastikan memberikan informasi yang benar atau terverifikasi.

Supaya Anda tidak terjebak dalam informasi menyesatkan, berikut ini adalah tips dari Facebook agar orang-orang dapat terhindar dari hoaks yang tersebar di internet:

  1. Bersikap Skeptis

Dijelaskan Facebook, Senin (30/3), langkah pertama yang perlu dilakukan adalah bersikap skeptis. Misinformasi atau berita palsu seringkali mempunyai judul bombastis dengan huruf kapital dan tanda seru. Jika judulnya kelihatannya mengejutkan dan tidak dapat dipercaya, maka kemungkinan itu berita palsu. Perhatikan alamat situs atau URL berita. Alamat situs atau URL palsu seringkali dibuat mirip yang asli dengan memberikan sedikit perubahan. Misalnya, mengganti huruf kapital ‘I’dengan yang kecil atau mengganti nol ‘0’ menjadi ‘o.’ Jika kurang yakin, Anda bisa membuka jendela browser baru dan masuk ke dalam situs yang sebenarnya. Tujuannya untuk membandingkan URL dengan sumber yang terpercaya.

  1. Perhatikan URL dan Isi Halaman Beritanya

Agar terhindar dari berita palsu, Anda bisa perhatikan URL dan isi halaman beritanya. Pastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang dipercaya memiliki reputasi keakuratan yang baik. Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian ‘Tentang’ di situs mereka untuk mempelanjarinya lebih lanjut. Misinformasi atau berita palsu mungkin juga berisi linimasa yang tidak masuk akal atau tanggal peristiwa yang sudah diubah. Ada juga situs berita palsu yang salah eja atau punya tata letak yang aneh. Bacalah dengan seksama untuk melihat tanda-tanda ini. Misinformasi atau berita palsu bisa juga berisi gambar atau video yang dimanipulasi. Jadi, bersikaplah skeptis terhadap penggunaan foto atau video.

  1. Periksa Sumber Informasi

Selanjutnya, Anda juga bisa memeriksa sumber informasi. Ya, Anda bisa memeriksa sumber informasi penulis untuk menginformasi keakuratannya. Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan kabar berita palsu.

  1. Lihat Berita atau Informasi Lain

Lalu, Anda juga bisa melihat berita atau informasi lain. Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan informasi yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan informasi tersebut palsu. Jika informasi tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber terpercaya, maka kemungkinan informasi tersebut benar.

  1. Dapatkan Informasi mengenai Covid-19 dari Otoritas Kesehatan Global dan Lokal

Cara paling aman terhindar dari informasi salah adalah berkunjung ke situs otoritas kesehatan global dan lokal. Anda bisa mengunjungi situs pemerintah untuk Covid-19 di https://www.covid19.go.id/ atau chatbot WhatsApp Covid-19 dari Kominfo di 081133399000. Anda juga bisa berkunjung ke situs World Healt Organization (WHO) untuk Covid-19 di https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019. Pada akhirnya, Anda harus berpikir kritis tentang apa yang dibaca di ranah online dan hanya membagikan berita dari sumber terpercaya. Untuk memulainya Anda bisa menggunakan panduan di atas.(int/inews.id/KU-007)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here