TANJUNG SELOR, kaltaraupdate.co – Ekspor komoditi melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan Utara, mengalami penurunan sebesar 14,44 persen. “Jika dibandingkan dengan bulan Desember 2019 telah terjadi penuruan pada Januari 2020 yaitu dari USS 99,94 juta menjadi USS 85,51 juta,”kata Kepala BPS Kaltara, Eko Marsoro.

Seluruh komoditas ekspor itu merupakan komoditi barang non migas. Jika dibandingkan dengan Januari 2019, nilai ekspor periode Januari 2020 turun hingga 7,04 persen, atau mencapai USS 85,51.

“Penurunan ekspor Januari 2020 dibandingkan dengan Desember 2020 disebabkan oleh menurunnya ekspor kelompok barang non migas di sektor hasil industri sebesar 56,67 persen, sektor hasil tambang sebesar 5,86 persen,”katanya.

Di sisi lain, total ekspor Provinsi Kalimantan Utara yang dilakukan melalui pelabuhan di luar Provinsi Kalimantan Utara pada Januari 2020 mencapai US$ 13,39 juta, masing-masing melalui pelabuhan di DKI Jakarta sebesar US$ 0,09 juta dan Jawa Timur sebesar US$ 13,31 juta. Negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Kalimantan Utara pada Desember 2019 adalah Negara Korea, India, China, Malaysia dan Philippines dengan nilai masingmasing mencapai US$ 25,20 juta, US$ 16,89 juta, US$ 13,11 juta, US$ 10,23 juta dan US$ 8,04 juta.

Eko mengungkapkan, peranan kelima negara tersebut dalam ekspor Provinsi Kalimantan Utara mencapai 85,91 persen terhadap total ekspor pada tahun 2020.

“Jika dibandingkan dengan Desember 2019, terjadi penurunan ekspor ke negara India, China, Malaysia, Philippines dan Japan. Sedangkan terjadi peningkatan ekspor untuk negara Thailand dan Pakistan,”jelasnya.

NILAI IMPOR MELONJAK 396 PERSEN

Sementara itu, nilai impor di Provinsi Kaltara pada Januari 2020 mengalami lonjakan sebesar 396,46 persen. Jika dibandingkan dengan Desember 2019, nilai impor tersebut meningkat USS 6,48 juta, yakni dari USS 1,63 juta menjadi USS 8,11 juta.

“Yang tercatat nilai impor barang nonmigas yakni, USS 8,11 juta, sementara impor non migas tidak tercatat di Januari 2020,”sebutnya.

Eko menjelaskan, peningkatan nilai impor pada Januari 2020 disebabkan oleh peningkatan nilai impor komoditi barang hasil Industri, sebesar 431,39 persen, yaitu dari US$1,52 juta menjadi US$ 8,08 juta di Januari 2020. “Sedangkan komoditi hasil tambang mengalami penurunan 73,92 persen dari yang sebelumnya US$ 0,11 juta menjadi US$ 0,03 juta,”katanya.

Adapun komoditi hasil pertanian di bulan Januari 2020 tidak melakukan transaksi. Secara kumulatif nilai impor Kaltara 2020 mencapai US$ 8,11 juta dan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 terjadi peningkatan sebesar 1.663,94 persen. (ku34)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here