Int.

Tarakan – 5 dari 9 Stasiun jaringan Gas (Jargas) di Pulau Bunyu Kabupaten Bulungan yang sebelumnya mengalami kebocoran telah dilakukan perbaikan sedangkan untuk 4 lainnya masih menunggu sparepart yang informasinya akan datang pada pertengahan maret.

“5 ini mengalami kebocoran besar makanya di tangani lebih awal sisanya tinggal menunggu sparepartnya datang.” Demikian disampaikan Arkanata Akram Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Repoblik Indonesia (RI) fraksi Nasdem usai mendapat laporan dari PT. PGN dalam kunjungannya bersama rombongan komisi VII saat melakukan Kunjungan Kerja Di Provinsi Kalimantan utara (Kaltara).

Sebelumnya pada awal ferbruari 2020 lalu Arkanata Akram melakukan kunjungan kerja dersama dengan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) untuk meninjau kebocoran jargas yang ada di Pulau Bunyu dan dari peninjauan tersebut didapati dari 10 stasiun jargas yang ada, terdapat 9 yang mengalami kebocoran bahkan beberapa berada tak jauh dari fasilitas publik seperti sekolah, mesjid, dan kantor kecamatan.

“Kami bersyukur atas perbaikan yang dilakukan namun kami berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi.”  Ungkapnya.

Kegiatan komisi VII di Tarakan tersebut dalam rangka meninjau Jargas yang terpasang dirumah-rumah kemudian melakukan pengecekan langsung ke rumah warga pengguna jargas di Tarakan guna mengecek Penggunaan Jargas apa sudah baik atau tidak, begitu juga dengan metode pembayarannya sekaligus menanyakan proses penanganan kerusakan bila terjadi.

“Kami minta PGN memaparkan system jargas dirumah dan dari laporannya kami menganggap ini sudah berjalan dengan baik.” Ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut Akanata juga meminta kepada PGN agar kejadian di Pulau Bunyu tidak terulang lagi dimana terjadi pembiaran dari 2017 kemudian ia meminta agar sperpart yang penting dapat di siapkan sehingga tidak perlu menunggu rusak baru dilakukan pemesanan.

“akan membutuhkan waktu yang lebih panjang lagi dalam melakukan perbaikan jika tidak ada stok sparepart.” Kata Arkanata.

PGN sebagai BUMN yang bertanggung jawam mengelola Gas Alam Indonesia pastinya memiliki banyak pengalaman dalam menangani permasalahan gas, untuk itu ia berharap pelaksanaan jargas ini dapat dilakukan secara sistematis lagi.

“Selalu melakukan pengecekan langsung kelapangan kemudian lakukan maintenance secara berkala dan terencana.” Tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here