Polisi Buru Penyebar Berita Hoax “Tentara China di Bulungan”

0
1469
MAHASISWA CHINA – Foto diambil dari screenshot video yang memperlihatkan beberapa warga China yang mengenakan baju loreng mirip tentara.

TANJUNG SELOR, kaltaraupdate.co– Beberapa hari belakang tersebar isu lewat media sosial (Medsos) tentang masuknya tentara asing asal China di Bulungan, Kalimantan Utara. Bermula di Media Sosial (Medsos) Facebook, kemudian secara berantai kabar ini menjadi viral di berbagai grup whatsapp dan aplikasi lainnya.

Tak ingin semakin meresahkan masyarakat, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kaltara pun langsung bergerak. Hasilnya, ternyata berita itu hoax alias berita bohong. Setelah mendapatkan isu di Medsos, pihak penyidik dari Dit Reskrimsus langsung melakukan penyelidikan atas berita bohong yang disampaikan.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Krimsus, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas penyebar berita hoax yang menyebutkan keberadaan tentara asal China di Kabupaten Bulungan, tepatnya di Kilometer (KM) 12, Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor seperti yang disebutkan dalam postingan di Medsos.

Helmi menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang berkaitan dengan berita tentara China itu, tak ada satupun yang menyebutkan bahwa mereka adalah tentara China. Hanya saja, keenam warga negara asing (WNA) yang memang asal China itu, merupakan mahasiswa yang menggunakan seragam loreng yang mirip dengan seragam tentara.
Tidak hanya itu, yang membawa keenam mahasiswa itu juga sudah dilakukan pemeriksaan, termasuk hotel tempat menginapnya mahasiswa asal China itu. Kemudian, warga yang bisa menjelaskan fakta sebenarnya di tempat kejadian perkara (TKP) juga sudah dilakukan pemeriksaan. “Fakta yang kami temukan, memang ada kunjungan ke sana (Desa Gunung Sari) pelajar dari China. Mereka itu sedang melakukan penelitian terhadap tanaman Gaharu di desa itu. Mengenai adanya tentara China bersejata lengkap, itu tidak benar. Makanya itu, langsung kita lidik. Karena ada unsur menyebar berita hoax di medsos,” katanya kepada wartawan.

Atas dugaan penyebaran berita hoax itu, melalui gelar perkara yang dilakukan, pihaknya menyepakati agar perkara tersebut akan ditindak lanjuti ke penyidikan. Hal ini merupakan komitmen awal pihaknya, jika ada yang menyebarkan berita hoax dan menyebabkan keresahan bagi masyarakat, maka tentu akan dilanjutkan ke proses pidana. “Kita akan lanjutkan proses ini. Karena ini termasuk penyebaran berita hoax. Sejak awal saya sudah sampaikan kepada masyarakat, siapa yang berani bermain hoaks maka berhadapan dengan Cyber Krimsus, yang berujung pidana,” tegasnya.

Sebelumnya, kabar adanya tentara China cukup menghebohkan warga Bulungan yang di posting di medsos. Namun, kabar itu dibantah oleh Komandan Kodim (Dandim) 0903/Tanjung Selor, Letnan Kolonel Inf Sigid Hengki. Ia memastikan WNA itu bukanlah tentara, melainkan mahasiswa yang menggunakan seragam loreng yang biasa dijual di toko-toko seragam. “Jadi kita pastikan, tentara China lengkap dengan senjata itu bohong. Makanya, si penyebar berita ini akan kita kejar dan pasti akan kita proses,” imbuhnya. (ku-1)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here